4 Fakta Paling atas untuk Berhenti Merokok Karena Kanker
Kita ketahui jika merokok mengakibatkan kanker, tapi bahkan juga bila Anda sudah didiagnosis menanggung derita penyakit ini, masih banyak fakta bagus untuk berhenti. Beberapa fakta ini cukup jelas sebab merokok tingkatkan efek kematian dari semua pemicu, serta beberapa orang dengan kanker memang (serta seringkali saat ini) seringkali wafat sebab keadaan tidak hanya kanker.
Tapi beberapa fakta untuk hentikan rutinitas itu bila Anda menanggung derita kanker mungkin mengagetkan Anda. Dari dampak merokok pada perawatan seperti kemoterapi sampai penambahan efek komplikasi (seringkali tidak menyenangkan), itu betul-betul sebanding dengan usaha. Dengan jujur.
1. Berhenti Merokok Tingkatkan Keberlangsungan Hidup Kanker serta Turunkan Kambuhnya

Dampak dari merokok terus-terusan belum dievaluasi dengan tiap kanker, tapi dari apa yang kita tahu berdasar pada studi kanker yang paling umum, nampaknya menendang rutinitas itu merupakan langkah yang gampang (dengan relatif) untuk tingkatkan tingkat keberlangsungan hidup buat beberapa orang yang hidup dengan kanker. Dengan beberapa kanker ini mungkin bermakna keberlangsungan hidup periode panjang, sedang dengan kanker yang lain mungkin bermakna keberlangsungan hidup yang lebih lama. Tapi bahkan juga tanpa ada kehidupan yang lebih lama, kehidupan yang ditempuh beberapa orang seringkali mempunyai kualitas yang lebih baik dengan kombinasi rokok.
Kanker paru-paru merupakan pemicu penting kematian karena kanker pada pria serta wanita di Amerika Serikat, serta nampaknya berhenti pada tiap step penyakit bisa membuat ketidaksamaan. Kami sudah mengetahui sepanjang sekian waktu jika beberapa orang dengan kanker paru-paru fase awal mempunyai tingkat keberlangsungan hidup yang lebih baik dari kanker paru-paru (serta keberlangsungan hidup keseluruhannya) saat mereka berhenti merokok. Belakangan ini satu studi yang mempelajari 250 orang dengan kanker paru-paru lanjut temukan jika keberlangsungan hidup rata-rata (jumlahnya waktu dimana 50 % orang masih hidup serta 50 % sudah wafat) merupakan 28 bulan buat mereka yang sukses berhenti, tapi cuma 18 bulan buat mereka yang selalu merokok. Tingkat keberlangsungan hidup lebih baik untuk kanker paru-paru lanjut, apabila studi itu diulang ini hari, itu mungkin bermakna lebih banyaknya waktu untuk dihabiskan bersama dengan orang yang Anda sayangi.
2. Berhenti Turunkan Efek Kematian Dari Pemicu Lain
Berhenti merokok bukan sekedar tingkatkan tingkat keberlangsungan hidup buat sejumlah besar orang yang hidup dengan kanker tapi tingkatkan tingkat keberlangsungan hidup keseluruhannya. Bila Anda hidup dengan kanker sendiri, gampang untuk memandang kanker jadi intimidasi penting buat kesejahteraan Anda, tapi itu tidak selamanya masalah. Bahkan juga, pria yang didiagnosis dengan kanker prostat sekarang ini lebih mungkin wafat dengan kanker prostat dibanding kanker prostat. Sebab makin banyak orang bertahan hidup serta hidup di luar kanker, efek pemicu kematian yang lain jadi besar.
Bukan sekedar merokok tingkatkan efek banyak keadaan lain (lihat artikel ini mengenai penyakit yang dikarenakan oleh merokok), tapi merokok digabungkan dengan beberapa perawatan kanker seperti therapy radiasi serta kemoterapi dapat lebih dari sebatas aditif. gabungan merokok serta perawatan kanker tingkatkan efek, jadi di sini yaitu contoh hipotetis. Katakanlah merokok tingkatkan efek penyakit jantung, serta obat kemoterapi tersendiri melipat gandakan efek penyakit jantung yang sama. Merokok waktu jalani kemoterapi mungkin lebih dari sebatas zat aditif dalam soal efek. Bukannya memberikan tambahan 2 ditambah 2 untuk memperoleh penambahan efek 4 kali lipat seperti yang kelihatan jelas, efek sebetulnya mungkin 14 kali tambah tinggi.

3. Berhenti Turunkan Efek Komplikasi Bedah
Berhenti merokok bisa kurangi efek komplikasi dari pembedahan — komplikasi yang mungkin meneror jiwa, atau paling tidak kurangi kualitas hidup orang yang merasakannya. Bahkan juga sebelum operasi diawali, merokok tingkatkan efek komplikasi anestesi umum. Sepanjang operasi, merokok tingkatkan efek meningkatkan komplikasi jantung atau pernapasan yang meneror jiwa.
Sesudah pembedahan, merokok membuahkan pengobatan cedera yang lebih jelek serta penambahan peluang diserang infeksi. Ini bukan sekedar kelihatan dalam studi klinis tapi logis dari sudut pandang biologis juga. Baik nikotin serta karbon monoksida mengakibatkan vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah) yang kurangi saluran darah ke jaringan. Saluran darah yang dibatasi di tempat bedah setelah itu kerja untuk menghalangi perbaikan cedera bedah.
4. Merokok Bisa Kurangi Dampak Kemoterapi serta Tingkatkan Komplikasi

Seperti dalam therapy radiasi, merokok bisa merubah kemoterapi dengan cara-cara berlainan. Merokok bisa turunkan efektivitas kemoterapi. Nampaknya ada lebih dari satu proses dimana merokok kurangi dampak kemoterapi (serta apa Anda betul-betul ingin alami resikonya kemoterapi tahu jika itu akan efisien sebab Anda merokok?)
Orang yang selalu merokok sepanjang kemoterapi seringkali alami penambahan resikonya. Beberapa resikonya kemoterapi yang nampaknya diperparah dengan merokok termasuk juga kecapekan, penurunan berat tubuh, serta efek infeksi. Agen kemoterapi tersendiri dapat tingkatkan efek komplikasi saat digabungkan dengan merokok. Jadi contoh, satu kelompok obat kemoterapi yang diketahui jadi anthracyclines bisa menyebabkan rusaknya jantung pada sebagian orang.





